Perekonomian Indonesia tumbuh 4,87% (yoy) pada Triwulan I 2025 di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga yang naik 4,89%, didukung momen libur keagamaan dan stimulus seperti THR, diskon listrik-tol, serta insentif pajak.
Dari sisi produksi, sektor pertanian tumbuh tertinggi 10,52% berkat panen raya padi. Sektor industri, perdagangan, transportasi, dan jasa digital juga menguat. Tingkat pengangguran menurun dari 4,82% menjadi 4,76%, dengan penciptaan 3,59 juta lapangan kerja baru.
Kondisi perbankan menjadi salah satu indikator utama yang penting untuk dipertimbangkan dalam melihat perekonomian suatu negara. Kontribusi sektor perbankan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi semakin nyata dengan pertumbuhan kredit sebesar 10,39% yoy menjadi Rp7.827 triliun.
Pertumbuhan signifikan di Kredit Investasi sebesar 13,62% menandai optimisme bisnis dalam memperluas kapasitas dan inovasi, sementara Kredit Konsumsi yang tumbuh 10,61% mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat. Dengan Kredit Modal Kerja yang juga tumbuh 8,35%, bank-bank mampu mendukung operasional usaha dengan baik.
Selain itu, kualitas kredit yang terjaga dengan NPL gross 2,08% dan NPL net 0,74% serta penurunan Loan at Risk menjadi 9,28% menunjukkan manajemen risiko yang efektif dan kesehatan portofolio kredit. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 4,48% menjadi Rp8.837 triliun, dengan peningkatan signifikan pada tabungan (6,78%), memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional.
Melalui penyelenggaraan Indonesia Best Bank Awards 2025 dengan tema Driving Sustainable Innovation in Banking Excellence, Warta Ekonomi berkomitmen untuk mengapresiasi dan mendorong praktik-praktik terbaik inovasi berkelanjutan untuk mendorong transformasi mendalam dalam industri perbankan Indonesia.